Pernyataan Misi

“From Revival to Transformation”

Dimulai dari kebangunan rohani kepada transformasi. Kami percaya bahwa pertobatan hidup satu orang akan membawa dampak yang besar bagi keluarganya, sekolahnya, kotanya, bahkan bangsanya.

Dampak ini tidak berhenti sampai di pribadi seseorang saja, tetapi juga harus menjadi transformasi yang nyata, yang membawa kota dan bangsa ke arah yang lebih baik. Untuk merealisasikan misi ini di setiap ministry kami menerapkan tiga langkah utama yang saling berkesinambungan.

PRAYER

“Revival starts with prayer”. Kebangunan rohani selalu dimulai dengan doa. Doa menjadi dasar sekaligus pilar agar roda pergerakan terus berjalan. Melalui doa sekolah, doa kampus, doa di tempat kerja, dan pertemuan doa rutin yang dilakukan tiap ministry, kami sedang memperkuat dasar iman.

Di dalam pertemuan doa dan discernment meeting, kami juga menyelaraskan hati dengan kehendak Tuhan. Juga sebagai sarana berkumpul antar keluarga pelayanan, serta mempertajam maksud Tuhan untuk setiap pelayanan yang ada. Dalam doa dan penyembahan, ada kebangunan yang mengubahkan hati dan hidup.

MISSION

Salah satu spirit awal keluarga ini adalah bermisi. Dimana Salah satu kerinduan hati kami ketika bermisi adalah untuk menyalakan api-api kecil di setiap pulau dan suku-suku di Indonesia. Ketika kami bermisi, kami dipertemukan dengan orang-orang sisa, orang-orang tersembunyi dan tidak terduga yang dapat dipakai Tuhan untuk memenangkan kotanya.

Spirit bermisi ini dimulai dari hati untuk memenangkan satu sekolah, kemudian Tuhan mulai memperlebar hati untuk memikirkan kota-kota hingga menjangkau 34 provinsi. Hingga saat ini, Tuhan bukakan 12 titik mutiara Nusantara, yang akan menjadi benih bagi kebangkitan sumur-sumur kebangunan rohani di Indonesia.

NATION BUILDING

Transformasi dalam perwujudan nyata adalah dengan membangun bangsa. Pembangunan bangsa secara nyata dapat dikatakan berdampak apabila suatu program atau proyek yang dijalankan memiliki manfaat yang riil di sebuah wilayah. Dalam konteks ini, kami melihat pendidikan dan kesehatan menjadi dua aspek prioritas untuk rencana program yang kami jalankan.

Saat ini akses pendidikan dan kesehatan di banyak daerah tertinggal di Indonesia masih sangat kurang. Kami mulai membuat program berkelanjutan untuk membangun aksesibilitas pendidikan dan kesehatan yang lebih merata di daerah-daerah tertinggal, khususnya di 12 titik mutiara nusantara.